Jumat, 18 Juni 2010

Pengatur Kecepatan Motor DC | Rangkaian Pengatur Kecepatan DC

pengatur kecepatan motor dc
Rangkaian pengatur kecepatan motor DC di atas adalah merupakan rangkaian pengatur kecepatan motor dengan memanfaatkan perubahan frekuensi sebagai penentu kecepatan. Kecepatan rendah akan diperoleh apabila pulsa memiliki nilai frekuensi yang rendah pula, sedangkan kecepatan tinggi juga akan diperoleh apabila pulsa yang dihasilkan berfrekuensi tinggi. Sebagaai pembangkit pulsa digunakan rangkaian astable multivibrator IC 555 yang cukup sederhana dan mudah dibuat. Untuk contoh rangkaian di atas, motor dc yang dikendalikan adalah motor dc 9 volt. Anda bisa menggunakan motor dc dengan catu tegangan yang berbeda dengan menyesuaikan tegangan supply untuk motor dc tersebut. Sedangkan untuk tegangan supply rangkaian tetap anda gunakan 9 volt.

Intinya prinsip kerja rangkaian pengatur kecepatan motor dc di atas adalah pengaturan frekuensi pulsa sebagai kendali. Berikut analisa saya tentang rangkaian di atas :
  1. Motor yang digunakan adalah khusus untuk motor dc
  2. Motor dc yang digunakan terserah anda asalkan arus maksimum yang akan diterima oleh SCR sesuai dengan batas maksimumnya dan tegangan supply untuk motor juga disesuaikan dengan tegangan catu motor.
  3. Sebagai pembangkit pulsa menerapkan fungsi astable multivibrator dari IC 555.
  4. Frekuensi yang dihasilkan tergantung dari nilai R1, R2, C1 dan potensiometer. Semakin besar nilai dari keempat komponen tersebut maka frekuensi yang dihasilkan akan semakin kecil dan begitu juga sebaliknya. Untuk perhitungan frekuensinya anda bisa melihat postingan saya tentang rangkaian astable multivibrator di blog ini. Atau anda bisa menggunakan rangkaian frekuensi meter.
  5. Sebagai driver motor dc digunakan satu buah silicon controlled rectifier (SCR) agar keluaran IC 555 tidak terbebani oleh besarnya arus yang akan melewati motor.
  6. Anda bisa juga mengganti SCR dengan komponen switching lainnya seperti transistor asalkan dispasi daya maksimum transistor disesuaikan.
  7. Dengan nilai masing-masing komponen yang tertera pada rangkaian pengendali kecepatan motor dc diatas maka frekuensi yang dihasilkan berkisar antara puluhan hertz sampai dengan puluhan Kilo Hertz. Jika kecepatannya belum sesuai dengan kebutuhan atau keinginan anda, maka anda tinggal mengubah nilai dari keempat komponen penentu frekuensi dari rangkaian ini.
Sebenarnya anda bisa saja menggunakan prinsip perubahan amplitudo tegangan sebagai penentu kecepatan motor. Karena dengan mengurangi catu tegangan terhadap motor maka kecepatan motor akan berkurang dan begitu juda sebaliknya. Hanya yang perlu diingat bahwa dengan mengurangi catu tegangan motor maka kekuatan putaran motor juga akan semakin lemah. Sehingga bisa-bisa motor dc anda tidak akan bisa berputar pada saat dikopel dengan beban peralatan mekanik.

Dan juga anda bisa mengatur kecepatan motor dengan memanfaatkan peralatan mekanik dengan menerapkan fungsi roda gear lingkaran besar dan lingkaran kecil. Prinsip ini bisa anda temui pada sepeda sport, dimana pada sepeda jenis ini terdapat beberapa roda gear sebagai pilihan penentu berat ringannya mengayuh sepeda. Semakin ringan beban kita mengayuh maka artinya kecepatan sepeda akan semakin lambat dan kecepatan kita mengayuh semakin cepat dan begitu juga sebaliknya. Artinya dengan pengaturan hubungan antara dua buah roda gear berdiamter berbeda akan bisa menghasilkan kecepatan yang berbeda pula.

Kamis, 17 Juni 2010

Sensor Warna | Rangkaian Sensor Warna

rangkaian sensor warna
Rangkaian sensor warna di atas adalah rangkaian merupakan rangkaian sensor yang menggunakan 3 buah LDR (light Dependent Resistor) sebagai komponen sensor. Sebenarnya rangkaian ini sama seperti rangkaian sensor cahaya, hanya saja pada rangkaian ini pada LDR dipasang lensa konvex guna lebih teliti membedakan intensitas cahaya dari masing-masing warna. Sebagai penyesuaian karakteristik intensitas cahaya yang dipancarkan oleh setiap jenis warna, pada ketiga input sensor dipasang variable resistor atau potensiometer secara seri. Tugas anda adalah mengatur nilai dari ketiga potensiometer tersebut dengan tepat, sebagai contoh jika hanya salah satu sensor yang digunakan, maka warna yang dihasilkan oleh ouput sama dengan warna input tersebut.

Cara kerja dari rangkaian sensor warna ini adalah :
  1. Cahaya yang dipantulkan oleh benda yang berwarna akan diterima oleh lensa konvex dan kemudian intensitasnya diperjelas oleh lensa tersebut, sehingga dengan intensitas cahaya yang diperjelas maka LDR akan mampu mengalami perubahan nilai resistansi yang nantinya akan mentrigger rangkaian sebagai isyarat adanya input warna.
  2. Ketiga jalur input sensor masing-masing akan memberikan logika 1 pada saat adanya benda yang berwarna dihadapkan pada masing-masing komponen sensor.
  3. Jika lebih dari salah satu jalur input dihadapkan dengan input warna, maka warna yang dihasilkan adalah perpaduan dari keseluruhan input tersebut.
  4. Ada 8 keluaran dengan masing-masing warna yang berbeda.
  5. Sebenarnya pengaturan warna keluaran adalah tergantung pada penentuan rangkaian gerbang logika pada rangkaian.
  6. Pada delapan jalur keluaran diwakili oleh satu buah gerbang AND 3 input.
Sebagai catatan :

Karena rangkaian sensor warna ini menggunakan jenis komponen sensor yang sederhana seperti LDR, maka respon rangkaian terhadap input cukup lambat. Kemudian LDR akan terpengaruh oleh gelap terangnya cahaya disekitar rangkaian tersebut, jadi kemungkinan adanya perubahan nilai ouput pada setiap perubahan cahaya lingkungan akan lebih besar. Dan juga rangkaian ini hampir atau bahkan tidak bisa bekerja pada kondisi lingkungan yang sangat gelap. Dikarenakan LDR sudah terpengaruh oleh cahaya yang gelap dan dipaksa pada kondisi resistansi yang sangat besar.
Lihat juga rangkaian sensor cahaya, infra merah, suara, suhu, sentuh, air dan gerak.

Selasa, 15 Juni 2010

Penguat Suara Treble | Rangkaian Penguat Treble

penguat treble
Rangkaian penguat suara treble di atas adalah merupakan rangkaian elektronika yang berfungsi untuk memperkuat suara treble atau suara dengan frekuensi tinggi. Biasanya rangkaian ini adalah merupakan bagian pelengkap dari rangkaian sound system seperti halnya rangkaian penguat bass, peredam treble dan peredam bass. Sebagai penambah pemahaman anda dibidang elektronika, anda bisa menjadikan contoh rangkaian ini sebagai bahan percobaan, mungkin suatu saat dengan memahami cara kerja dari rangkaian ini akan bermanfaat bagi anda. Rangkaian ini cukup sederhana dan sama sekali tidak rumit. Jadi anda bisa dengan mudah mencobanya dengan menggunakan protoboard. Sambil mencoba fungsi dari rangkaian penguat treble ini anda bisa mencoba variasi lain hanya dengan menukar tata hubungan pemasangan komponen seperti rangkaian penguat bass.

Prinsip kerja dari rangkaian penguat treble ini sebenarnya adalah sama persis dengan rangkaian peredam bass. Dimana kapasitor dipasang seri pada jalur masukan guna melakukan dampak penghilangan sinyal berfrekuensi rendah (bass) pada sinyal yang diinput melalui jalur masukan. Mengapa demikian anda bisa membaca artikel saya tentang prinsip kerja kapasitor. Jadi dengan kapasitor terpasang secara seri, sinyal frekuensi rendah akan mendapati kapasitor bagai saklar terbuka akibat kapasitor lebih cepat terisi penuh sebelum beranjak pada siklus selanjutnya. Dengan begitu otomatis sesuai dengan aturan pembagian tegangan maka, tegangan pada output akan menjadi lebih kecil. Memang keadaan ini tergantung juga pada nilai kapasitornya seperti yang saya telah jelaskan sebelumnya, bisa saja sinyal frekuensi rendah tersebut tidak teredam apabila nilai kapasitor cukup besar dan membawa pada kondisi dimana kecepatan sinyal berbalik menuju siklus selanjutnya lebih cepat dibandingkan kecepatan kapasitor terisi penuh.
Dan juga bahwa setiap perubahan nilai dari masing-masing komponen seperti resistor ataupun kapasitor akan menentukan perubahan nilai output sesuai dengan rumus perhitungan yang berlaku pada rangkaian. Tapi menurut saya sebagai ahli elektronika yang baik kita harus bisa melihat posisi dari suatu rangkaian dan kemungkinan yang akan berlaku pada outputnya tanpa harus mengambil kalkulator dan melakukan perhitungan. Sebagai contoh, apabila potensio VR1 diputar kearah nilai resistansi lebih besar maka bagaimana kira-kira sinyal outputnya, apakah akan semakin memperkuat sinyal treble ataukan sebaliknya. VR1 dan R1 merupakan penentu gain penguatan.

Coba perhatikan gambar sinyal pada grafik, pada saat saklar menghubungkan input sinyal yang berfrekuensi tinggi maka sinyal keluarannya akan diperkuat mencapai 6 volt. Sedangkan jika saklar terhubung dengan input frekuensi rendah maka sinyal tersebut tidak mengalami perubahan. Jadi jika anda mencoba rangkaian penguat treble ini langsung dengan input sinyal suara maka, suara yang akan anda dengar adalah penambahan suara treble atau suara nyaring sedangkan suara bass tidak mengalami penurunan atau kenaikan. Dan mohon di ingat sekali lagi bahwa tidak selalu sepenuhnya kapasitor bersifat seperti saklar terbuka atau tertutup yang mengakibatkan sinyal yang jatuh pada kapasitor hanya diantara dua pilihan yakni 0 volt atau tegangan supply. Istilah itu saya pergunakan agar kita lebih mudah memahami dari prinsip kerja rangkaian. Dan juga apapun bentuk rangkaian yang berhubungan dengan kapasitor baik itu rangkaian parallel ataupun seri, kapasitor hanya bekerja sesuai karakteristik dasarnya yakni pengisian dan pelepasan muatan. Lihat juga rangkaian frekuensi meter ...

Senin, 14 Juni 2010

Penguat Suara Bass | Rangkaian Penguat Bass

penguat bass
Rangkaian elektronika yang satu ini adalah rangkaian yang berfungsi untuk menguatkan sinyal suara bass dan meloloskan suara treble tanpa peredaman atau penguatan yakni adalah rangkaian penguat bass. Rangkaian ini sebenarnya memilki prinsip kerja yang sama dengan rangkaian peredam treble, hanya saja pada rangkaian penguat bass ini sinyal treble tidak diredam menjadi 0 volt melainkan sama seperti tegangan input, kemudian sinyal bass yang semula diloloskan sekarang menjadi diperkuat dengan nilai penguatan sesuai dengan keinginan. Tata letak hubungan antar komponen juga sama persis dengan rangkaian peredam treble, dimana kapasitor dipasang parallel dengan jalur input op-amp guna memastikan op-amp akan lebih condong memperkuat sinyal yang berfrekuensi rendah dibanding dengan frekuensi rendah. Yang membedakan hanya pada penambahan resistor pada jalur kapasitor, yang menurut saya adalah berguna supaya rangkaian tersebut mendapatkan sifat penguatan. Jadi sebenarnya sinyal treble atau sinyal yang berfrekuensi tinggi tersebut akan teredam jika melalui kapasitor yang terhubung parallel tersebut, tapi kemudian sinyal tersebut diperkuat sebesar kebalikan dari nilai peredaman, sehingga seolah-olah sinyal treble tidak dihiraukan. Lalu karena pemasangan parallel tersebut akan condong memperkuat sinyal bass, maka dengan adanya nilai gain (penguatan) pada rangkaian otomatis sinyal bass akan menjadi lebih besar dibanding dengan sinyal sebelumnya.

Memang secara teori tidak sesederhana seperti penjelasan saya di atas, karena setiap nilai komponen akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap karakteristik hasil proses. Tapi setidaknya dengan membaca sifat umum dari masing-masing komponen dan efek dalam hubungan antar komponen maka, anda akan dengan mudah menebak arah pergerakan dari proses kerja rangkaian dan menentukan posisi dari rangkaian pada saat itu. Jadi jika ada sesuatu masalah dengan kinerja rangkaian tersebut, anda akan mudah mengatasinya. Bahkan anda merasa yakin dengan solusi yang akan anda jalankan walaupun sebelumnya anda tidak melakukan percobaan langsung dalam masalah tersebut. Dan lagi anda bisa melakukan pengembangan rangkaian sesuai dengan tuntutan atau rencana anda akan rangkaian tersebut. Sebagai contoh jika anda bertemu dengan rangkaian pengolah sinyal suara yang lebih komplek seperti pada rangkaian power amplifier dengan equalizer-equalizer yang berkualitas tinggi, maka dengan cepat anda akan bisa membagi rangkaian tersebut menjadi beberapa bagian fungsi. Serta anda bisa menentukan fungsi dari masing-masing bagian dan kemungkinan apa saja yang bisa timbul dari hubungan antar bagian-bagian fungsi tersebut.

Coba perhatikan gambar sinyal pada grafik di atas, sinyal suara bass akan diperkuat hingga beberapa kali penguatan, sedangkan sinyal treble tidak mengalami penguatan ataupun penurunan ampitudo. Sinyal input berasal dari dua buah alat pembangkit sinyal sinus dengan frekuensi yang berbeda dan amplitudo yang sama yakni 1 volt. Pada saat saklar menghubungkan dengan input sinyal frekuensi rendah atau sinyal suara bass maka sinyal tersebut mengalami penguatan dengan hasil tegangan puncak mendekati 6 volt. Sedangkan pada sinyal frekuensi tinggi, tegangan puncak dari sinyal ouput berkisar 2 volt atau mendekati nilai dari Vpuncak dari 1 Volt yaitu 1V2 volt.

Seperti itulah kira-kira cara kerja dari rangkaian penguat bass yang sederhana di atas dan sekali lagi anda bisa menarik kesimpulan berdasarkan angka-angka pasti dari setiap kondisi dengan melakukan pengukuran-pengukuran pada masing-masing kondisi rangkaian. Jadi jika suatu saat anda atau salah satu keluarga anda tidak puas dengan suara bass dari peralatan sound yang anda miliki, maka rangkaian ini adalah merupakan salah satu solusi bagaimana cara memperkuat suara bass dari peralatan soundsystem anda. Lihat juga rangkaian peredam suara bass.

Minggu, 13 Juni 2010

Membuat Program Start Up | Program Berjalan sendiri | Program Aktif Sendiri | Program Aktif Saat Komputer di hidupkan

Pada kesempatan ini saya akan mencoba menghadirkan beberapa trik untuk menjalankan program secara otomatis dan program ini akan aktif dengan sendirinya pada saat komputer dihidupkan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam menjadikan suatu program bisa diaktifkan oleh system window saat window start up. Namun dengan demikian saya coba menjelaskan beberapa yang saya masih ingat saja. Karena memang sekarang saya tidak terlalu lagi tertarik dengan manipulasi windows dan sejenisnya. Lain halnya dengan dahulu, saya begitu menggebu-gebu untuk mencari trik sebanyak-banyaknya mengenai program ataupun system komputer. Bahkan saya pernah sampai membuat program yang saya anggap sudah berfungsi seperti sebuah virus dengan menggunakan bahasa program visual basic. Mengapa saya katakan sudah bekerja seperti sebuah virus karena :



1. Program saya akan aktif sendiri jika komputer dihidupkan.

2. Program saya akan memperbanyak diri dengan melakukan penanaman badan program kedalam tubuh file-file korban. File-file yang yang akan diinfeksi tergantung dari keinginan kita.

3. Pada saat file yang terinfeksi atau file yang mengandung sederetan rutin program yang saya buat dijalankan, maka program saya akan ikut aktif dan melakukan perintah-perintah sesuai yang saya rencanakan.

4. Program saya bisa membaca suatu file yang sudah mengandung program saya atau belum di dalam tubuh file tersebut, sehingga tidak terjadi pembengkakan pada file korban disebabkan infeksi yang berulang-ulang.

5. Program saya bisa melakukan infeksi melalui media disket, flash disk ataupun jaringan.

6. Selama program saya aktif, maka semua fungsi ataupun perintah terhadap system komputer bisa dilakukan sesuai dengan keinginan.

Tapi memang program yang pernah saya buat tidak secanggih virus-virus yang pernah ngetop di dunia komputer. Tapi setidaknya fungsi-fungsi dasar virus sudah bisa dikerjakan oleh program tersebut. Dan juga saya tidak tertarik sedikitpun untuk merusak atau merugikan pihak lain dengan melakukan tindakan kriminal. Pada waktu itu saya hanya mengikuti rasa penasaran akan teknologi masa kini khususnya system komputer dan juga ingin mengetahui apa saja hal-hal yang mendasar yang tersembunyi dan merupakan rahasia-rahasia yang bersifat fundamental. Mulai dari bagaimana hubungan antara perangkat keras atau hardware dengan perangkat lunak atau software, dan apa saja yang menjembatani antara keduanya, kok bisa saja suatu peralatan mekanik bisa bergerak sendiri hanya karena suatu tulisan-tulisan yang tampil dilayar komputer. Saya juga sangat penasaran mengenai aplikasi window yang dianggap sebagai komputer interface masa kini dan hubungannya dengan perintah-perintah dasar mesin (assembly) yang merupakan perintah yang sebenarnya yang diterima oleh mesin komputer. Dan juga saya merasa tidak ingin dibatasi oleh aturan windows yang terkadang menurut saya sedikit mengekang.

Berikut adalah cara-cara yang sederhana untuk menjadikan suatu program bisa aktif secara otomatis pada saat komputer dijalankan :



I. Aktifkan Program Secara Otomatis dengan Meletakkan program atau shotcut program ke dalam folder start up windows

Berikut langkah-langkahnya :

1. Klik kanan pada command start :

2. Pilih Explore

3. Klik 2 kali pada folder program

4. Cari folder dengan nama “startup”

5. Copykan shortcut atau file program yang akan dijalankan

6. Atau bisa juga anda copykan ke folder “C:\Documents and Settings\All Users\Start Menu\Programs\Startup”



II. Menuliskan perintah pada file “AUTOEXEC.BAT”



Seingat saya cara ini hanya berlaku pada windows 98 saja. Jika pada windows 98 file ini berada pada direktori dasar drive C dan anda tinggal melakukan edit terhadap file tersebut. Dan ingat bahwa file dalam format BAT adalah hanya menjalankan perintah dalam DOS dan hanya bisa menjalankan program yang berbasis DOS. Tapi setidaknya dengan file BAT ini anda bisa melakukan perintah-perintah dasar DOS seperti copy, rename, delete file dan banyak lagi perintah dasar DOS lainnya. File AUTOEXEC.BAT ini juga bisa dimanfaatkan sebagai penentu direktory aktif windows secara otomatis pada saat komputer dijalankan. Sebagai default, windows menjadikan lokasi direktori aktif pada alamat direktori C:\WINDOWS dan C:\WINDOWS\SYSTEM32. Penentuan lokasi direktori aktif ini berguna pada saat anda melakukan perintah-perintah kepada system tanpa harus menuliskan alamat direktoi secara lengkap. Untuk menguji apakah suatu direktori adalah direktori aktif anda tinggal memasukkan program pada direktori tersebut dan menjalankannya lewat jendela RUN hanya dengan mengetikkan nama program tersebut. Sebagai contoh coba anda copykan suatu file executable atau file program ke dalam direktori “system32”, lalu anda ketikkan nama file tersebut pada jendela RUN, maka program tersebut akan dijalankan oleh windows.



III. Aktifkan Program Secara Otomatis dengan Melalui HKEY_LOCAL_MACHINE pada Regedit



Cara yang satu ini merupakan cara yang sering dilakukan oleh para vendor-vendor program dalam membuat programnya aktif secara otomatis pada saat windows pertama kali jalan.

Berikut langkah-langkahnya :

1. Ketikkan “regedit” pada jendela run. Kemudian ENTER

2. Masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE --- Software --- Microsoft --- Windows ---CurrentVersion --- Run

3. Klik kananpada Run dan pilih New --- String Value\







4. Beri nama terserah anda

5. Kemudian klik dua kali pada string yang anda namai tersebut.

6. Isi Value Data dengan alamat file program yang akan anda jalankan secara otomatis.



IV. Aktifkan Program Secara Otomatis dengan Melalui HKEY_CURRENT_USER pada regedit



Cara yang satu ini sama dengan cara nomor III. Hanya saja alamatnya saja yang berbeda yakni : HKEY_CURRENT_USER --- Software --- Microsoft --- Windows ---CurrentVersion --- Run. Kemudian anda tambahkan string baru seperti langkah diatas.



V. Aktifkan Program Secara Otomatis dengan Menjadikan program anda sebagai bagian dari “Services Windows”



Cara ini banyak dilakukan oleh para pembuat virus kelas menengah ke atas. Dan cara ini terus terang saja harus anda cari sendiri, sebagai gambaran bagi anda tentang services windows, anda bisa melihatnya dengan mengetikkan “services.msc” pada jendela RUN. Disana terdapat nama services, description ( penjelasan singkat mengenai fungsi service), Status (Started artinya service tersebut sedang dijalankan), Startup Type (Manual : service dijalankan secara manual oleh user, Otomatis : service dijalankan secara otomatis pada saat komputer dihidupkan). Pengaturan services windows ini sebenarnya bisa anda manfaatkan untuk optimalisasi kinerja windows anda. Anda bisa memberikan perintah “stop” pada service-service yang memang sama sekali tidak digunakan oleh anda dan mengubah startup type nya dari otomatis menjadi manual. Biasanya service-service yang berhubungan dengan internet dan jaringan cukup menghabiskan porsi RAM anda apalagi jika RAM anda pas-pasan, service-service ini bisa saja anda non aktifkan selama anda memang tidak membutuhkan fungsi jaringan atau internet.

Dari cara-cara diatas sebenarnya masih ada cara-cara yang lain yang bisa menjadikan suatu program bisa dijalankan oleh komputer secara otomatis pada saat komputer dihidupkan atau system windows dijalankan. Anda bisa mencari cara yang lain dengan bantuan paman Google, dan terus terang saja saya tidak mengikuti perkembangan mengenai manipulasi windows dan fungsi sejenisnya akhir-akhir ini, jadi harap maklum jika cara-cara di atas sudah ketinggalan jaman. Mungkin sudah hampir 6 tahunan semenjak saya masih duduk dibangku kuliah hingga sekarang sudah bekerja dan berkeluarga.

Peredam Suara Treble | Rangkaian Peredam Treble| Peredam Suara Nyaring

peredam treble
Rangkaian peredam treble di atas adalah merupakan contoh rangkaian yang sederhana dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan percobaan dan analisa cara kerja rangkaian. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya pada rangkaian peredam bass, rangkaian ini juga sebenarnya memiliki prinsip kerja yang sama dengan rangkaian peredam bass. Dimana rangkaian-rangkaian ini memanfaatkan sifat dasar dari kapasitor yakni pengisian dan pelepasan muatan. Perbedaan dari fungsi peredaman diperoleh dari perbedaan pemasangan kapasitor. Kalau pada rangkaian peredam bass kapasitor dipasang seri pada jalur input op-amp, sedangkan pada rangkaian peredam treble ini kapasitor dipasang parallel dengan tahanan penguatan op-amp. Pemasangan parallel pada rangkaian ini mempunyai analisa kerja yang berkebalikan dengan pemasangan seri pada rangkaian peredam bass. Perbedaannya yakni pada pemasangan seri, supaya mudah dipahami kita ibaratkan bahwa kapasitor berkeja bagai seutas kawat bagi sinyal frekuensi tinggi, jadi dengan begitu otomatis sinyal frekuesni tinggi akan diloloskan menuju terminal output oleh kapasitor. Tapi jika kita pasang parallel antara kapasitor dengan terminal output, maka otomatis karena kapasitor dianggap bagai seutas kawat jadi tegangan pada kapasitor adalah mendekati 0 volt, dengan begitu tegangan output juga akan mengikuti tegangan pada kapasitor karena keduanya terhubung parallel. Lain halnya dengan sinyal frekuensi rendah, kapasitor dianggap kawat terbuka dan menjadikan tegangan yang jatuh padanya adalah mendekati tegangan input. Untuk memahami bagaimana kapasitor bisa dianggap bagai seutas kawat atau saklar terbuka telah saya jelaskan pada postingan saya tentang prinsip kerja kapasitor dan rangkaian peredam bass.

Memang kalau diteliti secara detail, bukan hanya kapasitor yang berperan disini tapi komponen resistor dan op-amp juga mempengaruhi. Tapi bisa saya pastikan bahwa fungsi utama peredaman adalah dilakukan oleh kapasitor. Resistor terpasang seri tersebut dimaksudkan supaya arus yang akan memasuki kapasitor bisa disesuaikan besarnya sehinggga pengaruh pengisian dan pelepasan muatan kapasitor akan menjadikan peredaman yang sesuai.

Coba perhatikan gambar rangkaian peredam treble di atas dan juga gambar sinyal ouput. Terdapat dua buah function generator sebagai input dan memiliki sinyal dengan frekuensi yang berbeda. Yang pertama sinyal amplitudo 1 volt dan frekuensi rendah, yang kedua sinyal dengan amplitudo 1 volt dan dengan frekuensi tinggi. Pada saat saklar pilih input kita posisikan untuk hubungan dengan input sinyal frekuensi rendah maka sinyal keluaran akan hampir sama dengan sinyal input seperti tidak terjadi perubahan. Sedangkan jika saklar kita posisikan untuk hubungan sinyal input berfrekuensi tinggi maka sinyal keluaran akan teredam mendekati amplitudo 0 volt.

Contoh rangkaian peredam treble ini sangat sederhana dan bisa anda kembangkan lagi sesuai dengan keinginan dan keperluan anda. Setidaknya dengan memahami prinsip kerja dari rangkaian ini kita dapat mengaplikasikannya apabila suatu saat kita dituntut untuk melakukan fungsi peredaman trebele.

Sabtu, 12 Juni 2010

Peredam Suara Bass | Rangkaian Peredam Bass

rangkaian peredam bass



Bagi anda yang senang dengan eksplorasi rangkaian elektronika amplifier atau sound aplication mungkin rangkaian peredam suara bass ini bisa menjadi pelengkap. Rangkaian ini sangat sederhana dan untuk memahami cara kerjanya juga cukup mudah. Sebenarnya jika anda membeli sound system ataupun speaker aktif, fasilitas untuk pemilihan bass dan treble biasanya sudah tersedia yakni fasilitas equalizer. Dengan fasilitas ini anda bisa dengan mudah mengatur jenis suara yang anda inginkan dan terkadang itemnya banyak dan lengkap. Apalagi jika anda membeli yang harganya mahal saya yakin equalizer yang dihadirkan sangat variatif dan lengkap.

Rangkaian peredam bass ini bisa saja anda kembangkan lebih lanjut sesuai selera dan kebutuhan anda. Karena rangkaian yang saya hadirkan ini adalah sebagai contoh sederhana dari fungsi rangkaian peredam bass. Yang pasti tidak sulit untuk memami rangkaian ini. Yang perlu diperhatikan hanyalah pemilihan nilai dari resistor dan kapasitor yang terpasang seri dengan terminal input op-amp. Karena kedua komponen inilah yang mengawali fungsi peredaman.

Maksud dari peredam bass adalah bahwa sinyal frekuensi suara yang nilainya pada range frekuensi rendah (bass) akan dihilangkan alias sinyal tersebut akan dikecilkan amplitudonya hingga mendekati 0 volt, Sehingga jika tadinya sinyal dengan amplitudo yang cukup bisa didengar oleh telinga, sekarang sinyal tersebut tidak akan berubah menjadi gelombang suara karena memang sinyal dengan amplitudo 0 volt sama saja dengan tidak ada sinyal sama sekali.

Sebenarnya yang melakukan peredaman sesungguhnya adalah kapasitor yang terpasang seri tersebut, sedangkan komponen yang lain hanya mendukung supaya peredaman bisa dilakukan dengan baik. Jika anda pernah membaca postingan saya sebelumnya tentang prinsip kerja kapasitor, saya rasa anda akan cepat memahami mengapa sinyal yang berfrekuensi rendah alias sinyal suara bass tersebut tidak dilewatkan oleh kapasitor. Kira-kira seperti ini salah satu kesimpulan dari investigasi saya tentang kapasitor :

- Kapasitor bekerja sesuai dengan karakteristik bawaan dari kapasitor itu sendiri yakni pengisian dan pelepasan muatan. Pengisian akan terjadi manakala catu tegangan yang lebih besar polaritasnya terhubung dengan kapasitor, sedangkan pelepasan terjadi manakala polaritas kapasitor lebih besar dibanding dengan polaritas pada terminal yang terhubung padanya. Dan juga pada kondisi kapasitor penuh akan terjadi keseimbangan polaritas antara kapasitor dan catu yang terhubung padanya, pada kondisi ini arus listrik tidak akan mengalir sedikitpun. Analisa yang berhubungan dengan rangkaian peredam bass di atas adalah bahwa kapasitor yang mempunyai nilai kapasitansi cukup besar dan terpasang seri tersebut akan berfungsi ibarat kawat yang terbuka bagi sinyal input berfrekuensi rendah serta mengakibatkan hampir semua catu tegangan jatuh padanya (catu tegangan = sinyal input) dan hampir tidak ada sisa tegangan yang diberikan kepada terminal ouput (alias tegangan output mendekati 0 volt), Mengapa berfungsi bagai kawat yang terbuka karena terjadi keseimbangan polaritas antara kapasitor dan input akibat kapasitor sudah terisi penuh sedangkan sinyal belum berbalik pada siklus selanjutnya alias lambat berubah siklus (frekuensi rendah). Lain halnya dengan sinyal frekuensi tinggi, kapasitor tidak dapat menghalanginya dan dianggap bagai seutas kawat. Karena sebelum kapasitor terisi penuh dan terjadi keseimbangan (sehingga arus tidak bisa mengalir), sinyal input sudah berbalik pada siklus selanjutnya dan membuat kapasitor mengisi dan membuang muatan secara terus menerus seiring dengan perubahan siklus sinyal input.

- Saya tidak memastikan bahwa frekuensi rendah tidak bisa melewati kapasitor, semuanya kembali pada perbandingan nilai kapasitor tersebut dengan frekuensi sinyal inputnya. Bisa saja sinyal frekuensi rendah atau sinyal suara bass tersebut lolos jikalau nilai kapasitornya kita perbesar.

- Jadi intinya, bukan masalah frekuensi rendah ataupun tinggi tapi perbandingan nilai dari kapasitor tersebut dengan sinyal yang akan melewatinya. Lihat juga rangkaian penguat bass dan rangkaian peredam suara treble